Berkenalan dengan Peer to Peer (P2P) Lending, Memberi Utang yang Ternyata Merupakan Investasi

  • Whatsapp

Berbeda dengan deposito atau saham yang sudah dikenal sejak dulu, Peer to Peer (P2P) Lending merupakan produk investasi yang baru mulai popular di kalangan masyarakat dalam 5 tahun terakhir.

Read More

Sederhananya, peer to peer lending indonesia terbaik adalah pemberian pinjaman/utang kepada perorangan atau institusi, yang akan dikembalikan dalam jangka waktu yang sudah disepakati sebelumnya. Kamu bisa bertindak sebagai pemberi pinjaman (lender) ataupun penerima pinjaman (borrower) sesuai dengan kebutuhan kamu. Namun, bukan berarti dilakukan langsung di antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman, ya. Ada perusahaan P2P Lending yang menjadi perantara untuk mempertemukan dan meregulasi ketentuan antara lender dan borrower.

Cara Kerja

Sebagai lender, Kamu bisa memilih borrower sesuai dengan keinginan. Lender dapat melihat data-data borrower seperti riwayat keuangan, pendapatan bulanan, dan tujuan peminjaman. Lender meminjamkan sejumlah dana sesuai dengan kapasitas keuangannya dengan tenor waktu tertentu.

Setelah berhasil didanai dan tenor waktu sudah berlalu, borrower dapat mengembalikan dana dengan 2 cara, yaitu mencicil dan membayar semuanya di akhir (lump sum) yang berarti dana yang dikembalikan berupa dana pokok, ditambah dengan bunga pinjaman.

Sebagai borrower, Kamu hanya perlu menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, yaitu tujuan peminjaman dan laporan keuangan dalam jangka waktu tertentu. Pengajuan pinjaman dapat ditolak maupun diterima sesuai dengan kriteria masing-masing perusahaan p2p lending investasi.

Jika ditolak, kamu akan diminta untuk memperbaiki atau melengkapi dokumen yang masih kurang. Jika diterima, permintaan pinjaman kamu akan masuk ke dalam daftar yang dapat diberi pinjaman oleh lender.

Kelebihan

Sebagai lender, P2P Lending menawarkan suku bunga yang lebih besar dibandingkan dengan deposito atau SBN Ritel. Kamu bisa memperoleh return mulai dari 13 hingga 18 persen per tahunnya. Prosesnya pun sederhana dan mudah untuk dimengerti. P2P Lending juga sudah resmi diregulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan OJK nomor 77/POJK.01/2016.

Sebagai borrower, peminjaman melalui P2P Lending jauh lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan peminjaman melalui bank, yang memerlukan dokumen persyaratan yang lebih rumit. Kamu juga bisa melakukan peminjaman dengan tujuan apa pun selama ada lender yang bersedia untuk mendanai dan tidak memerlukan jaminan apa pun selama peminjaman kamu sudah disetujui.

Risiko

Sebagai lender, produk investasi yang menghasilkan return yang tinggi pasti memiliki risiko yang tinggi juga (high risk high return). Risiko terbesar yang lender harus pertimbangkan adalah adanya kemungkinan keterlambatan/gagal bayar oleh borrower sehingga dana yang Kamu pinjamkan bisa hilang.

Namun, untuk risiko ini, sebagian besar perusahaan P2P Lending sudah berhasil mengatasinya, yaitu dengan cara menjalin kerja sama dengan perusahaan asuransi sebagai penjamin dana pinjaman. Selain itu, P2P Lending juga memiliki risiko likuiditas, yaitu dana tidak bisa dicairkan selama tenor pinjaman berlangsung.

Sebagai borrower, P2P lending memiliki beberapa risiko. Pertama, hanya cocok untuk jangka pendek, karena jika digunakan untuk jangka panjang, besarnya tagihan terlalu besar. Kedua, keterlambatan membayar tagihan juga mengakibatkan tagihan yang terlalu besar dan akan mempengaruhi skor kredit yang kamu miliki untuk melakukan pinjaman selanjutnya.

Ketiga, jika lender tidak berhasil memenuhi seluruh kebutuhan pinjaman kamu, maka dana yang terkumpul akan dikembalikan kepada lender. Misalnya seluruh kebutuhan pinjaman kamu bernilai 100 juta, sedangkan dana yang terkumpul dari lender hanya 50 juta. Maka pinjaman kamu dianggap batal dan 50 juta akan dikembalikan kepada masing-masing lender.

Setelah berkenalan dengan P2P Lending, apa Kamu tertarik untuk berinvestasi di produk ini? Jika iya, langkah pertama adalah kamu perlu membuat akun di perusahaan peer to peer lending syariah Indonesia. Ada banyak perusahaan yang bisa kamu pilih. Kuncinya adalah pastikan perusahaan tersebut sudah diawasi oleh OJK. Sisanya, kamu bisa browsing di situs resmi perusahaan P2P Lending yang kamu minati untuk mengetahui benefit tambahan yang ditawarkan oleh masing-masing perusahaan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *